TotalHash
ID
Buka di Telegram

Cara beli Bitcoin di Indonesia, langkah demi langkah

5 menit baca

Cara beli Bitcoin di Indonesia untuk pemula sebenarnya sederhana: pilih exchange yang berizin, verifikasi identitas, setor rupiah, lalu beli pecahan Bitcoin mulai sekitar Rp10 ribu. Yang sering membuat pemula rugi bukan langkahnya, melainkan biaya yang terlewat, salah memilih aplikasi, atau terburu-buru. Panduan ini membahas persiapan, pendaftaran dan KYC, deposit rupiah dan pembelian, biaya tersembunyi, pilihan menyimpan di exchange atau dompet pribadi, serta kesalahan umum saat pembelian pertama.

Artikel ini bersifat informasi, bukan saran investasi. Harga Bitcoin sangat fluktuatif; gunakan uang yang siap Anda tanggung risikonya.

Persiapan: KTP, rekening atau e-wallet, dan exchange berizin

Anda membutuhkan KTP, nomor HP aktif, email, dan rekening bank atau e-wallet atas nama sendiri. Pilih exchange yang terdaftar dan diawasi OJK, karena sejak 2025 pengawasan aset kripto beralih dari Bappebti ke OJK. Daftar dan cara mengecek: aplikasi crypto terdaftar OJK. Jika belum paham dasarnya: apa itu Bitcoin.

Daftar dan verifikasi KYC

  1. Unduh aplikasi exchange dari Play Store atau App Store resmi.
  2. Daftar dengan email dan nomor HP.
  3. Foto KTP dan swafoto sesuai instruksi.
  4. Isi data pekerjaan dan sumber dana.
  5. Aktifkan PIN dan autentikasi dua faktor.

Verifikasi biasanya selesai dalam hitungan menit hingga satu hari. Mengapa KYC wajib: KYC adalah.

Deposit rupiah dan beli pecahan Bitcoin

Metode depositKecepatanCatatan
Virtual account bankCepatPaling umum, biaya kecil atau gratis
QRISInstanTersedia di sebagian exchange
E-walletInstanBatas nominal lebih kecil

Setelah saldo rupiah masuk, buka pasangan BTC/IDR dan pilih beli. Anda tidak perlu membeli 1 BTC utuh; banyak exchange mengizinkan pembelian mulai sekitar Rp10.000. Untuk melihat berapa yang Anda dapat: BTC ke IDR.

Biaya yang sering terlewat

  • Biaya trading: persentase per transaksi, berbeda untuk order instan dan order limit.
  • Pajak transaksi kripto: dipotong otomatis oleh exchange berizin sesuai aturan yang berlaku.
  • Spread: selisih harga beli dan jual, terutama di menu beli instan.
  • Biaya penarikan: saat memindahkan BTC ke dompet lain atau menarik rupiah.

Dengan pembelian sangat kecil, biaya tetap bisa terasa besar dibanding nilai Bitcoin yang Anda dapat. Sebelum membeli, buka halaman biaya di aplikasi dan hitung total biaya untuk satu kali beli dan satu kali jual, agar Anda tahu berapa kenaikan harga yang dibutuhkan hanya untuk balik modal.

Simpan di exchange atau pindahkan ke dompet

Untuk jumlah kecil dan pemula, menyimpan di exchange berizin cukup praktis. Untuk jumlah lebih besar dan jangka panjang, dompet non-kustodial memberi kendali penuh, dengan syarat Anda menyimpan frasa pemulihan dengan aman. Perbandingan jenis dompet: dompet crypto.

Kesalahan saat beli pertama kali

  1. Membeli di aplikasi yang tidak terdaftar karena tergiur promo.
  2. Membeli semua dana sekaligus saat harga sedang naik tajam.
  3. Mengikuti sinyal grup Telegram atau "mentor" yang menjanjikan profit pasti.
  4. Salah memilih jaringan saat memindahkan BTC ke dompet lain.
  5. Tidak mengaktifkan autentikasi dua faktor.

Strategi yang banyak dipakai pemula adalah membeli rutin dalam jumlah kecil, misalnya setiap minggu, agar tidak bergantung pada satu harga.

Kenali kripto tanpa membeli

TotalHash adalah game mining gratis di Telegram. Misi mengirim sejumlah kecil USD₮ dan GRAM ke dompet TON, sehingga Anda bisa belajar menerima kripto tanpa setoran. Tanpa janji penghasilan.

Game gratis di Telegram.

Buka TotalHash

Jawaban singkat

Bagaimana cara beli Bitcoin untuk pemula?

Daftar di exchange terdaftar OJK, verifikasi KTP, setor rupiah, lalu beli BTC.

Berapa minimal beli Bitcoin?

Banyak exchange lokal mengizinkan mulai sekitar Rp10.000.

Apakah harus beli 1 Bitcoin utuh?

Tidak, Anda bisa membeli pecahan kecil Bitcoin.

Lebih aman simpan di exchange atau dompet?

Jumlah kecil di exchange berizin cukup praktis; jumlah besar lebih baik di dompet pribadi.